ASI EKSKLUSIF

Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang disekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayinya (Puspita 1995). Menurut Depkes (2004), ASI ekslusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan.

Kelebihan ASI 

  1. ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna untuk memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi.
  2. ASI mengandung laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan.
  3. ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin.
  4. ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi.
    Proses pemberian ASI dapat menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayi.

Keuntungan bagi Ibu 

  • Suatu rasa kebanggaan dari ibu, bahwa ia dapat memberikan “kehidupan” kepada bayinya.
    Hubungan yang lebih erat karena secara alamiah terjadi kontak kulit yang erat, bagi perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak.
  • Dengan menyusui bagi rahim ibu akan berkontraksi yang dapat menyebabkan pengembalian keukuran sebelum hamil.
  • Mempercepat berhentinya pendarahan post partum.
  • Kesuburan ibu menjadi berkurang untuk beberpa bulan.
  • Mengurangi kemungkinan kanker payudara pada masa yang akan datang.

Jenis ASI

1. Kolstrum

Kolostrum merupakan cairan kental yang ideal yang berwarna kekuning-kuningan. Suatu laxanif yang ideal untuk membersihkan meconeum usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan bayi untuk menerima makanan selanjutnya.

2. Air Susu Masa Peralihan (Masa Transisi)

ASI peralihan dari kolostrum menjadi ASI Mature. Kadar protein semakin rendah, sedangkan kadar lemak dan karbohidrat semakin tinggi. Volume semakin meningkat.

3. ASI Mature

ASI Mature berupa cairan putih kekuning-kuningan, karena mengandung casienat, riboflavin dan karotin. Tidak menggumpal bila dipanaskan. Volume 300 – 850 ml/24 jam.

Volume ASI

    Kelenjar-kelenjar pembuat ASI pada minggu bulan terakhir kehamilan mulai menghasilkan ASI. Apabila tidak ada kelainan, pada hari pertama sejak bayi lahir akan dapat menghasilkan 50-100 ml sehari dari jumlah ini akan terus bertambah sehingga mencapai sekitar 400-450 ml pada waktu bayi mencapai usia minggu kedua (Moehji 1992). Selama beberapa bulan berikutnya bayi yang sehat akan mengkonsumsi sekitar 700-800 ml ASI setiap hari.   

 Makanan untuk Meningkatkan ASI

  • Daun katuk 
  • Pepaya
  • Kedelai
  • Kacang hijau
  • Pare
  • Jambu air